Bukan Salah "Ibu" Melahirkan

  • PDF

Sehari sebelum melepas masa jabatannya sebagai Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM, Prof Dr H Hamsu Abdul Gani, MPd, dikukuhkan sebagai guru besar. Pengukuhan guru besar dalam bidang Teknologi Pembelajaran ini, dilaksanakan pada, Selasa, 17 Juli 2012 ∂ï Auditorium Amanagappa UNM.

Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul 'Teknologi Informasi dan Komunikasi: Bukan Salah Ibu yang Melahirkan' Hamsu menekankan bahwa kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan. Karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. "Masyarakat sudah banyak menikmati manfaat dari inovasi-inovasi yang dihasilkan dari teknologi, " katanya.

Ada dua macam, lanjut alumnus Pendidikan Teknologi dan Kejuruan PPs IKIP Jakarta ini, teknologi yang saya anggap dapar merepsentasikan pandangan masyarakat umum terhadap dampak teknologi yaitu TV dan internet.

Televisi yang semestinya berfungsi sebagai sarana edukasi, informasi, rekreasi kini telah banyak membawa dampak negatif. Televisi telah mampu membius para pemirsanya untuk menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa, dan dibubuhi aksesoris menarik, sehingga membuat pemirsa terkagum-kagum, tanpa mempertimbangkan efek negatifnya. " Jenis siaran televisi yang banyak mempengaruhi anak-anak adalah siaran yang banyak mengandung unsur konsumerisme, mistik, seks dan kekerasan, dan sebagian besar mereka menghabiskan hampir 3-4 jam menonton televisi " papar suami dari Hj Hermita Gani ini.

Hal kedua yang disoroti oleh ayah tiga anak ini adalah internet. Menurutnya,
internet merupakan teknologi yang terus dikembangkan untuk menyampaikan beragam informasi dan pengetahuan. Namun, ketersediaan informasi yang sangat mudah diakses itu menimbulkan efek negatif yang besar pula. Sebuah penelitian pada Januari 2012 menunjukkan bahwa terdapat 36 juta unique browser ∂ï Indonesia. "Pada saat yang sama Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemkominfo menyatakan bahwa Indonesia menjadi negara dengan predikat pengakses situs porno terbesar ketiga ∂ï dunia, " ungkapnya.

Pria kelahiran Pangkajene, 42 tahun silam ini berharap agar orang tua dapat mendidik anak dalam berinteraksi dengan teknologi informasi dan komunikasi. Kalau tidak mampu meminimalkan dampak buruknya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi demoralisasi masa depan dan generasi kita akan rusak, " cemasnya.

Anda berada di: