LPM Penalaran UNM tuntaskan Bakti Riset 2019 di Desa Bacu-bacu

  • PDF

WhatsApp_Image_2019-08-27_at_18.08.29_1UNM- LPM Penalaran UNM tuntaskan program kerja Bakti Riset di Desa Bacu-bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Bertema “Riset Membumi, Masyarakat Berdaya” bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian lembaga kepada masyarakat untuk mengatasi permasalahan yang ada di lingkungannya. Mengacu pada Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Bakti Riset berlangsung selama Selasa-Sabtu, 27- 31 Agustus 2019. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru. Pembukaan turut dihadiri oleh pemerintah desa dan kematan beserta jajarannya, Kepala Puskesmas Doi-doi, Dinas Kesehatan Kabupaten Barru,Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru dan warga Desa Bacu-bacu.

Kegiatan di Bakti Riset terbagi ke dalam lima bidang program, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pangan, Lingkungan Hidup, dan Pariwisata. Setiap bidang memiliki fokus kerja yang berbeda dengan sasaran yang juga beragam. Pembagian bidang program mengacu pada hasil observasi yang telah dilakukan sebulan sebelum kegiatan.

Program di bidang Pendidikan meliputi Pelatihan Guru Kreatif, Penerapan Media Pembelajaran Buku Realistik Geometri (KURERI), dan Pembelajaran Literasi. Kegiatan menyasar dua sekolah, yakni SD Inpres Ampiri dan SD Negeri Ammerung. Program di bidang Pendidikan bertujuan agar kualitas pembelajaran di Desa Bacu-bacu semakin meningkat, khususnya kesadaran literasi siswa dan metode ajar guru. Bakti Riset bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Kabupaten Barru untuk menghadirkan bahan bacaan baru bagi anak-anak.

Program di bidang Kesehatan mencakup Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Penyuluhan Pemilahan Sampah bagi masyarakat Desa Bacu-bacu, serta Sosialisasi Kesehatan Gigi Anak di SD Inpres Ampiri dan SD Negeri Ammerung. Agar warga mengetahui penyakit yang dialami, karena akses dari Bacu-bacu ke puskesmas cukup jauh. Bidang kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, Puskesmas Kecamatan Doi-doi dan tim medis dari Makassar.

Bidang Pariwisata melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Pariwisata berbasis Eduwisata bagi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bacu-bacu (IPPMB). Didukung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru, Bakti Riset bersama IPPMB meresmikan nama destinasi wisata di Desa Bacu-bacu, yakni Allepperenge. Selain mengedukasi pemuda desa agar mampu mandiri mengelola objek wisata, tujuan lainnya ialah agar wisatawan tidak hanya sekadar berwisata tetapi juga dapat belajar dari alam.

Bukan hanya potensi wisata, Desa bacu-bacu merupakan salah satu daerah penghasil kacang terbesar di Kabupaten Barru. Namun, kulit kacang yang melimpah dibiarkan begitu saja. Bakti Riset, berdasarkan masalah tersebut, melakukan pelatihan yang berbahan dasar limbah kulit kacang. Bidang Pangan melaksanakan pelatihan pembuatan media tanam jamur tiram dari bahan dasar limbah kulit kacang. Mengusung tujuan yang sama, Bidang Lingkungan Hidup melakukan pelatihan pembuatan pupuk organic cair berbahan baku limbah kulit kacang.

Kegiatan Bakti Riset 2019 ditutup secara resmi oleh Sekretaris Desa Bacu-bacu pada 31 Agustus 2019. Dirangkaikan dengan Malam Festival, penutupan Bakti Riset menampilkan dongeng, tari paduppa, paduan suara dan pembacaan puisi. Seluruh penampilan dibawakan oleh anak-anak Desa Bacu-bacu yang telah mengikuti Bina Bakat Anak selama empat hari yang difasilitasi Bakti Riset.

Berbagai elemen yang terlibat dalam Bakti Riset, mulai dari anak-anak, kelompok tani, warga setempat, Pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten sangat antusias dan bangga dengan adanya kegiatan Bakti Riset. Terlebih lagi karena dilaksanakan di Bacu-bacu, desa yang terbilang masih terpencil. Bapak Andi Syarifuddin selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru, yang hadir mewakili Bupati Barru, mengungkapkan bahwa kegiatan Bakti Riset sejalan dengan harapan pemerintah untuk mengubah visi yang awalnya membangun desa menjadi desa membangun.

Anda berada di: