Raih Juara 2 International Essay Contest, Muhammad Richsan Yamin Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia

  • PDF

1510662896779UNM- Setelah berhasil lolos sebagai salah satu finalis International Essay Contest, Muhammad Richsan Yamin mengharumkan nama Indonesia dengan meraih  2nd winner. Lomba yang diperuntukkan untuk Alumni SEA-Teacher ini diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers Of Education Organization), yang merupakan organisasi yang bergerak dalam memajukan bidang Pendidikan di negara ASEAN.

Ia bersaing dengan 10 orang mahasiswa yang berasal dari 3 negara ASEAN, yaitu Filipina, Thailand, dan Indonesia dalam babak final  yang diselenggarakan oleh Universitas Lampung pada tanggal 10 November – 12 November 2017 lalu. Sebelumnya, Richsan mendapatkan urutan ke-6 sebagai finalis 10 besar. Kemenangan yang diraihnya berkat ide model pembelajaran LOG (Leader On Group) Learning yang dikembangkannya selama mengikuti program SEA-Teacher Project di Thailand.

Proses babak final tersebut dilalui dengan mempresentasikan hasil essay mengenai pengalaman terbaik peserta selama mengikuti SEA-Teacher Project yang kemudian dinilai langsung oleh para juri yang berasal dari negara luar.Menurutnya,  model pembelajaran LOG (Leader on Group) Learning menjadi salah satu kriteria juri memilihnya sebagai juara kedua dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang membawa pulang predikat pemenang.

Adapun juara pertama yaitu Mr. Ahlo Yersaw asal Phranakon Rajabhat University (Thailand) dan juara ketiga oleh Mr. Prince Ricky A. Varona asal Quezo Blvd, Bayambang, Pangasinan University (Filipina). Dalam model LOG Learning ini, guru membagi siswa dalam beberapa kelompok belajar.

Di dalam setiap kelompok tersebut, terdapat satu siswa yang akan berbagi pengetahuannya (itulah yang disebut Leader On Group/Pemimpin dalam Kelompok) mengenai materi yang telah dijelaskan oleh guru sebelumnya. Hal ini pun turut memudahkan guru saat proses pembelajaran.

Rencananya, model pembelajaran LOG Learning ini kemudian akan dikembangkan Richsan saat melanjutkan studi magisternya.Kerja dan usaha yang sudah dilakukan Muhammad Richsan sejauh ini semata untuk memperbaiki paradigmanya tentang pendidikan dalam hal mendukung keinginan terbesarnya untuk menjadi seorang Menteri Pendidikan Indonesia.Mahasiswa Biologi ini juga mengharapkan generasi penerus agar berpikir lebih luas dalam rangka kemajuan bangsa,

“Jangan pernah membuat suatu hal yang sama, namun buatlah sesuatu hal yang beda dari yang lain, jangan mudah putus asa dan perluaslah mindsetmu”, tuturnya.

Anda berada di: