Rektor UNM Pantau Peserta UTBK Berkebutuhan Khusus

e08a7bbd-4b69-48b9-8fc7-fff2bfeb09cbUNM- Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam bersama seluruh wakil rektor, dekan-wakil dekan, direktur pascasarjana dan panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), memantau langsung pelaksanaan UTBK Seleksi Masuk Perguruan Tinggi dengan mengunjungi sejumlah ruang tes di Menara Pinisi, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi dan Gedung Bahasa Arab, area Kampus Gunungsari UNM, Makassar, Sabtu (4/5/2019).

Kepada panitia, Rektor UNM, menekankan agar seluruh peserta mengikuti ujian sesuai aturan dan tata tertib, meminta pengecekan identitas lebih diperketat hingga barang yang diperbolehkan dibawa ke dalam ruang ujian, juga meminta agar pelaksanaan UTBK berlangsung lancar, tertib dan tenang.

Dalam pemantauan tersebut, Rektor UNM beserta rombongan juga memantau peserta UTBK berkebutuhan khusus di Fakultas Ekonomi, Peserta difabel ini ditempatkan di ruangan tersendiri dan tidak dicampur dengan peserta UTBK pada umumnya. Tujuannya agar mereka bisa lebih fokus dan dapat ditangani secara khusus seperti alat komputer yang membacakan langsung soal ujian dan memberikan navigasi pada kayboard komputer bagi peserta tuna netra. Pihak panitia UTBK di UNM juga menyiapkan petugas yang khusus mengawasi sekaligus membantu ketika terdapat kendala.

"Kita memantau untuk memastikan UTBK ini berjalan lancar tertib, termasuk memantau pelaksanaan UTBK bagi peserta berkebutuhan khusus, dalam sesi ke sembilan ini terdapat dua peserta berkebutuhan khusus yang mengikuti tes di Fakultas Ekonomi," jelas Husain Syam, Rektor UNM.

Ada beberapa perubahan pada alur penerimaan mahasiswa baru jalur SBMPTN 2019. Jika sebelumnya siswa yang akan mengikuti test SBMPTN langsung bisa memilih jurusan dan PTN yang diinginkan, namun pada SBMPTN 2019 ini siswa diharuskan mengikuti UTBK sebagai prasyarat untuk mendaftar ke Fakultas dan Universitas yang akan dipilih oleh calon mahasiswa tersebut.

"Setiap peserta yang mengikuti UTBK, akan mendapatkan nilai. Hasil nilai itu merupakan syarat untuk mengikuti SBMPTN dan memilih jurusan yang diinginkan. Setiap peserta dapat mengikuti UTBK sebanyak dua kali, di gelombang I dan digelombang II,” jelasnya.

UTBK gelombang satu digelar pada 13 April-4 Mei 2019, sedangkan UTBK gelombang dua pada 11 Mei-26 Mei 2019, dan diadakah hanya di hari sabtu dan minggu. Adapun hasilnya akan diumumkan paling lambat 10 hari setelah pelaksanaan UTBK.

“Dengan pelaksaan UTBK ini, setiap peserta akan memahami potensi, sehingga meraka nantinya tahu akan memilih program studi yang sesuai,” demikian Husain.